5 Comments

Kenapa ada komunitas yang berhasil dan ada yang gagal?


Apa yang melatarbelakangi berhasil tidaknya sebuah komunitas?

The Tribe, itulah grup ini dalam sebuah komunitas. Tanpa adanya grup tersebut, komunitas ini akan kehilangan identitas. Mereka adalah sekelompok anggota yang tidak terlalu banyak, tapi benar-benar punya deep interpersonal coonection yang terbentuk karena pengalaman, ritual, dan tradisi bersama. Pengalaman dalam berkomunitas, baik itu dalam jenjang pendidikan maupun ekternal secara umum. Ritual di sini bukan dimaksudkan secara mistis, melainkan ritual yang biasa dilakukan dalam sebuah komunitas, contoh saja kebiasaan dalam sebuah komunitas sepeda pancal yang setiap sebelum melakukan biking, mereka melakukan pemanasan bersama. Tradisi adalah berupa kegiatan yang turun menurun dilakukan, semisal diklat pada prospek anggota atau member baru. Dulu, orang terbiasa hidup nomaden, berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ketika sampai di suatu tempat, mereka membuat tempat tinggal bersama di mana keluarga mereka dapat saling bermain, makan, dan melakukan ritual bersama. Merancang strategi berburu binatanf dan mengambil buah-buahan yang ada di sekitar sebagai bahan pangan mereka sehari-hari. Jika habis, mereka akan berpindah lagi ke lokasi lainnya. Well…selama kegiatan berkumpul itulah terjadi very deep connection.

The fort, tempat eksklusif untuk member agar merasa aman dan terlindungi. Di Singapura contohnya, ada sebuah hub yang membernya boleh datang dan bekerja di suatu gedung merah yang disibsidi oleh pemerintah, tujuannya agar mereka dapat bekerja dan sekaligus networking di dalamnya, sehingga kebersamaan tetap terjaga.

The Patio, tempat semi private yang memfasilitasi in-depth and meaningful connection. Maksudnya di sini adalah suatu tempat yang bersifat agak privat atau terbatas hanya untuk member suatu komunitas tersebut. Istilah bekennya semacam basecamp.

The Bar, tempat publik yang bisa dipakai untuk melakukan koneksi walaupun tingkatannya tidak seprivat sekrettariatan. Dapat dikatakan semacam tempat biasa nongkrong suatu komunitas tertentu. Harley davidson Makassar bekerjasama dengan Starbuck Trans Mall Tanjung Bunga Makassar. Mereka bisa minum kopi sembil memarkir kendaraan mereka berramai-ramai, sekalipun rumah kopi tersebut juga terbuka untuk umum namun ini merupakan memberikan kebanggaan tersendiri karena para member dengan segala macam atributnya dapat menunjukkan identitas dan eksistensi mereka pada publik. Di Surabaya, kita bisa dapati bikers Kawasaki Ninja 250 yang biasa melakukan hal yang sama namun berlokasi di KFC Adityawarna depan SUTOS (Surabaya Town Square).

Apalagi yang bisa mengaktifkan sebuah komunitas?

The Four Group adalah salah satu cara untuk menggalakkan partisipasi member sebuah komunitas keluar dari sarangnya. Tujuannya, mengalami suatu perjalanan bersama untuk menjalani suatu experience bersama. Keluar dari zona aman, sehingga ada tantangan lain supaya para anggota komunitas semakin saling mendukung. MAPRAS (MegaPro Association Surabaya) selalu melakukan touring sebagai pengalaman bersama. Touring dirancang secara hati-hati, bahkan rute atau lokasinya pun disurvey terlebih dahulu. Kendaraan juga harus melewati proses scrutneering atau test kelayakan kendaraan. Pertanyaannya adalah…acara macam apakah yang harus dipersiapkan selama proses touring tersebut? Let’s see Koentoel Surobojo melakukan baksos yang berupa bagi buku di alas Purwo, dan Pulau Sempu. Cool…! Yang penting adalah perjalanannya! Not the destination…salah satu slogan populer yang ada dalam Harley Davidson. Dua club yang patut kita contoh bukan? Sip…! Di sini artinya, walaupun daerah tujuan touring itu penting, namun masih lebih penting kebersamaan dalam melakukannya. Dengan demikian, makin banyak istri yang mengikuti suami. Ada yang hanya sebagai boncenger, bahkan ada yang menjadi ladies biker. Kebersamaan macam inilah yang akhirnya melekatkan panggilan bro dan sist pada bikers yang ada di Indonesia yang diharapkan dapat makin mempererat rasa persaudaraan. Slogan Brotherhood yang diharapkan benar-benar dilakukan, tidak memandang paguyuban yang menaungi. Semisal pada MegaPro ada AMI (Asosiasi MegaPro Indonesia) dan HMPC (Honda Mega Pro Club), sekalipun di bawah nanungan yang berbeda, maisng-masing interpersonal tetap saling menjaga tali silaturahmi.🙂 Tak hanya itu, sebuah kenang-kenangan dalam suatu event juga layak untuk diberlakukan. CB COMPHAKS sebagai satu contohnya, dalam event yang digelar juga membagikan sticker baik untuk club yang hadir dalam sebuah event yang pernah kami hadiri. Bukan cuman stiker yang bisa kita jadikan kenang-kenangan melainkan slayer, emblem, dan pin. Bukan bermaksud merubah brotherhood menjadi stickerhood, emblemhood, maupun pinhood, namun…yang disebutkan adalah sebagai sarana agar sebuah event dapat kena dan diingat rekan-rekan yang lain. Dan bisa juga sebagai tambahan atribut. Makin banyak pin yang dimiliki makin rock n roll…😀 Jika memungkinkan hal-hal yang kita lakukan dapat menjadi trandsetter bagi club lain, sehingga hal tersebut dapat merupakan suatu kebanggan tertentu bagi club pendongkrak trend tersebut.

Intinya, apabila banyak aktifitas yang dilakukan dengan berbagai variasi tempat, rasa kebersamaan akan makin solid terjalin. Dan komunitas pun akan semakin kuat.

The performance space adalah suatu tempat yang diadakan supaya anggota komunitas bisa unjuk gigi akan talenta atau kebolehan yang dimilikinya. Dapat disiasati pada saat di basecamp, jika kondisi basecamp memungkinkan bisa membuat satu bidang terbuka yang tidak terlalu luas sebagai panggung kecil-kecilan untuk unjuk gigi, bisa bernyanyi, bisa berjoget, dll.

The Barn Raising berfungsi sebagai suatu cara efektif untuk melaksanakan suatu tugas pada saat kumpul. Maksudnya dalam bahasa Indonesia adalah gotong royong. Ketika ada sebuah games atau lomba yang mengedepankan kualitas kebersamaan, saat itulah akan terlihat sifat gotong royong yang dimiliki member-membernya. Seolah menjadi suatu keharusan untuk dapat saling menolong jika tidak ingin dikuccilkan. Mungkin juga ada yang ahli, dan yang lain dengan sukarela membantu tanpa diminta. Di sinilah peran brand (merk) tertentu… ketika sebuah komunitas itu berbentu brand community, maka sah-sah saja saat komunitas tersebut meminta pertolongan pada brand yang dimaksud karena pada prinsiipnya, ternyata brand mau memfasilitasi komunitas yang mengusung nama pabrikan tertentu.

The Summer Camp, kegiatan rutin yang dilakukan selama periodik tertentu, semisal kegiatan Tri Wulan, MUSDA (Musyawarah Daerah) dan MUNAS (Musyawarah Nasional). Selain memang ada acara inti yang harus diikuti, hal ini juga bertujuan untuk memperkuat koneksi.

Dengan sembilan hal tersebut di atas, komunitas akan bisa makin diperkuat. Well…what about you and your community?

5 comments on “Kenapa ada komunitas yang berhasil dan ada yang gagal?

  1. Cukup menggelitik membaca kalimat “Koentoel Surobojo melakukan baksos yang berupa bagi buku di alas Purwo, dan Pulau Sempu. Cool…! ”

    Sampai bulan lalu, ketika saya menjejakkan kaki di pulau sempu, pulau sempu itu masih berstatus cagar alam yang tidak boleh dihuni… tidak ada penduduk, tidak ada pemukiman,… jadi cukup membingungkan juga kalau ada komunitas yang bagi buku di pulau sempu karena ya itu tadi, tidak ada penduduk di pulau sempu… ya.. kecuali beberapa spesies monyet sih…

    • @ Gita: kami sudah konfirmasi langsung pada club yang bsangkutan, n memang begitu adanya. mereka pun memiliki data kongrit berupa fokumentasi. memang, kami juga pernah berkeplorasi ke pulau Sempu yang tidak berpenghuni tersebut. namun…di area Sendang Biru masih ada penduduknya.🙂

  2. Istimewa baget nich Bray,…Salute buat lo ..lo.. dunk. Zuper mantaff…

    • @ Baskoro: tx, brad… kami tidak bermaksud untuk menjadi istimewa ney… hanya saja…kami ingin kita bs saling berbagi. kami sendiri sadar, kami pun belum tentu sesuai dengan artikel kami. maka dari itu kami masih harus banyak belajar. let’s share, bray…

  3. amin YRA… kang thx at supportnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: