Leave a comment

Aware of Bad SPBU


Mungkin selama ini kita ngga tahu atau ngga sadar adanya permainan yang menguntungkan dari pihak SPBU.

Setiap kita mengisi bahan bakar kendaraan, entah itu premium,solar, maupun pertamax di SPBU tertentu, kita pasti pernah melihat karyawan yang memegang handle katup selang yg dimasukan ke lubang tangki kendaraan Anda. Mereka mengalihkan perhatian kita dengan cara memberikan sugesti ke Anda agar melihat angka di mesin SPBU tersebut, yang dengan secara tidak sadar kita akan melihat angka tersebut sampai selesai.

Itu lah ilmu hypnosis dasar yang dilakukan oleh pihak SPBU. Sampai-sampai Anda tidak memperhatikan handle tangan yang ditekan dan dilepas kemudian ditekan dan dilepas lagi saat pengisian bahan bakar tersebut.

Mengapa dibuat seperti itu? Karena bahan bakar yang keluar tertahan dan masuk kembali ke dalam mesin pompa bensin itu, hebatnya angka-angka di mesin tidak akan berputar berbalik dan pada saat selesai dengan jumlah pembelian bahan bakar yang tertera pada mesin pompa bensin, petugas cepat-cepat menghentikan dengan mengunci handle tersebut.
Karenanya, sudah banyak pom bensin di luar negeri sebut saja negara maju seperti Amerika, tempat pengisian bahan bakar pengemudinya sendiri yang bebas mengisi sesuai jumlah nominal yang ditekan sendiri, dengan menggunakan kartu seperti vocher atau kartu berlangganan saja.

Spoilerfor Ini dia:

Tidak mengeneralisir semua SPBU nakal, namun ada kalanya ada SPBU yang ‘bermain’ dengan pembeli. Kadang bisa jadi nominal yang dikeluarkan kok ternyata di tangki tidak sesuai dengan harapan. Apa yang terjadi?

Bukan justifikasi, namun kita tepat perlu waspada.  Nah yang paling aman adalah selalu mengunjungi SPBU langganan  Anda. Namunjika suatu saat harus membel di SPBU yang menurut anda meragukan, Anda harus cermat dengan sistem pengisianya.

Bermain handle selang bensin?

Nah sebenarnya SPBU yang nakan biasanya akan mensiasati dengan memainkan handle selang bensin yang masuk ke tangki kendaraan kita. Cara kerjanya adalah dengan menekan dan melepas handle secara tidak kelihatan.

Kenapa harus seperti itu? Karena bahan bakar yang keluar tertahan akan  masuk kembali ke dalam mesin tersebut. Akan tetapi angka tetap terus berputar, dan aketika mau selesai handle akan langsug ditutup padahal bensin masih keluar untuk sisi terakhir.

Kita biasanya tidak sadar karena terpaku pada jumlah liter yang ditunjukan dalam angka yang berputar maupun digital.

Apa yang harus dilakukan?

  • Jika menjumpai karyawan SPBU memainkan handle selang bensin perintahkan dia untuk meletakan handle dengan posisi terkunci terbuka sehingga aliran bahan bakar lancar.
  • Tunggulah sampai bahan bakar keluar semua
  • Kunjungi SPSBU dengan logo pasti pas

Semoga pengalaman dari kami dapat bermanfaat

Buat kamu yang sudah mengerti tentang hal ini, jangan mau dibodohi petugas tersebut, harus berani mengucapkan :
“Tolong hendle jgn dmainkan”
“Tolong sampai tetes terakhir” dari selang heandle karena selang mesin tersebut lumayan panjang, ada sekitar satu sampai dua liter di dalam selang tersebut, belum lagi hendle katub yg dimainkan.

Berikut ulah para karyawan nakal di SPBU yang telah terungkap aparat terkait

Awas ! jika anda membeli bensin di setiap SPBU, teliti terlebih dahulu apa benar meteran mesin benar-benar sesuai takaran bila tidak berarti SPBU tersebut curang.

Belang para petugas SPBU terungkap setelah Polsek Gubeng, menangkap 9 pelaku pencurian bensin yang dilakukan di SPBU Jl Raya Nginden dibekuk. Tujuh pelaku diantaranya adalah karyawan SPBU itu.

Masing-maisng Aditya Bagus Indratama (22) warga Jl Nginden Kota II, M Saiful (21) warga Jl Lebak Indah Utara I, Dani Nova Irawan (22) warga Desa/Kec Socah Bangkalan, Bayu Whiradi Putra (19) Jl Wonokusumo Jaya XV,

Pencurian bensin ini dilakukan para karyawan SPBU dengan cara mengeluarkan premium dari nozle dengan menekan perlahan tuas tak sampai penuh, jelasn AKP Alfian Nurrizal, Kapolsek Gubeng, Senin (07/11).

Meski tuas yang ditekan tak penuh, namun aliran bensin dan meteran tetap jalan sehingga konsumen tak tahu jika dicurangi. Adapun sisa bensin itu kemudian ditampung ke jerigen untuk dijual ilegal dan sembunyi. Karyawan itu lalu menjual bensin kepada Misli seharga Rp 4000 per liter. Pencurian bensin dilakukan sebanyak 30 liter.

Dari pengakuan Misli, mereka sudah 10 kali menjual bensin. Dari situ, Misli menjual ke konsumen Rp 5000 per liter, sebagai bensin eceran atau yang biasa kita sebut SPBU Mini😀

Nah…yuk kita sama-sama saling mengingatkan agar tidak menjadi budaya “minum bensin”😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: